Ziada Auliyah
Fajriyani 13181080 BEETALK
AMBISI DAN
SASARAN
Ambisi
adalah keinginan besar terhadap sesuatu. Kenyataan adalah suatu peristiwa yang
sebenarnya terjadi yang didasari dari faktor internal dan eksternal. Usaha
yaitu cara mencapai sesuatu atau tindakan nyata yang dilakukan seseorang dalam
mewujudkan sesuatu. Dari setiap pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa
ambisi yang dimiliki haruslah berorientasi pada kenyataan yang terjadi dan
untuk mencapai ambisi tersebut dibutuhkan usaha (LKMM praTD IV, 2018).
Sasaran
adalah sesuatu yang ingin dituju, dicapai baik secara individu maupun kelompok.
Resiko adalah akibat yang kurang menyenangkan, merugikan, membahayakan terhadap
suatu tindakan. Konsekuensi adalah akibat dari suatu tindakan bisa baik atau
buruk. Sehingga dapat dikaitkan bahwa suatu sasaran yang ingin dicapai memiliki
resiko dan konsekuensi yang menyenangkan bila berhasil dicapai dan mengecewakan
bila tidak berhasil dicapai (LKMM praTD IV, 2018).
Selama
menempuh pendidikan di Institut Teknologi Kalimantan dalam waktu empat tahun saya
berambisi untuk menjadi lulusan terbaik dengan predikat cumlaude, melanjutkan
pendidikan diluar negeri, mendapat banyak teman sebagai relasi, dapat
beradaptasi dengan lingkungan perkuliahan, aktif dalam organisasi baik didalam
kampus maupun diluar kampus, dan membahagiakan orangtua (Ziada, 2018).
Namun
pada kenyataannya saya adalah orang yang suka menunda pekerjaan, semua
perkerjaan harus saya lakukan berdasarkan mood, masih kurang dalam mencari
informasi, masih malu bertanya kepada kakak tingkat, masih kurang menguasai
pembagian waktu (Ziada,2018).
Untuk mewujudkan ambisi saya tersebut, maka usaha
yang saya lakukan saat ini adalah membuat jadwal yang harus saya lakukan
sehari-harinya, melakukan pekerjaan sesegera mungkin, lebih banyak berkenalan
dengan kakak tingkat, meningkatkan kepercayaan diri, dan tidak pasif
(Ziada,2018).
Pada
tahun pertama:
·
Sasaran yang harus saya capai adalah
lulusan disemua mata kuliah dengan IPS semester 1 dan 2 minimal 3.4, mengenal lebih
banyak teman, dan menjadi panitia SPIN.
·
Resiko yang harus saya hadapi adalah
kurangnya waktu istirahat, dan menurunnya kesehatan tubuh karena kurang
teraturnya pola makan.
·
Konsekuensi yang saya dapat jika saya
berhasil mencapai sasaran saya ialah tidak adanya mata kuliah yang mengulang di
tahun kedua, bertambahnya relasi dan pengalaman kepanitiaan, namun jika saya
tidak dapat mencapainya kemungkinan saya akan mengulang di tahun kedua, relasi
saya hanya sekitaran saya saja, dan tidak ada
pengalaman kepanitiaan namun saya
akan menjadikannya sebagai pelajaran dan meningkatkan semangat saya
(Ziada,2018).
Pada
tahun kedua:
·
Sasaran yang harus saya capai adalah
menjadi asisten laboratorium fisika dasar I, mengikuti PIMNAS, lomba essay,
menjadi staff magang hubungan luar (HUBLU) KM ITK, dan IPS semester 3 dan 4
minimal 3.65, dan panitia ETAM, mengikuti LKMM TD.
·
Resiko yang harus dihadapi ialah
kurangnya waktu istirahat, pola makan yang tidak teratur sehingga kemungkinan
kesehatan terganggu, kurangnya waktu bersama keluarga.
·
Konsekuensi yang didapat jika sasaran
tercapai ialah menambah prestasi, dan pengalaman lomba, serta pengalaman
berorganisasi dan kepanitiaan. Tetapi jika tidak berhasil mencapainya, menjadi
penyemangat untuk mencoba lagi di tahun depan (Ziada,2018).
Pada
tahun ketiga:
·
Sasaran yang harus capai adalah menjadi
staff kesejahteraan mahasiswa (KESMA), IPS semester 5 dan 6 minimal 3.65,
menguasai bahasa Inggris dan lacar dalam menjalankan kuliah praktek.
·
Resiko yang dihadapi ialah kurangnya
waktu istirahat, kesehatan sering menurun, dan banyak aktivitas.
·
Konsekuensi yang saya terima jika
tercapai adalah senang, bahagia, dan orang tua bangga. Tetapi jika saya tidak berhasil mencapainya
maka saya akan menjadikan pelajaran dan lebih bersemangat lagi (Ziada,2018).
Pada
tahun keempat,
·
Sasaran yang harus saya capai ialah
lancer dalam mengerjakan skripsi, IPK minimal 3.65, lulus tepat waktu, toefl
lebih dari 600, bekerja di Dinas Lingkungan Hidup kota Balikpapan.
·
Resiko yang harus dihadapi ialah waktu istirahat
berkurang, waktu bersama teman dan keluarga berkurang, dan kesehatan menurun.
·
Konsekuensi yang saya terima jika
saya berhasil mencapainya ialah rasa bangga pada diri sendiri, dan membuat
orang tua bangga. Tetapi jika saya tidak berhasil mencapainya maka rasa kecewa
terhadap diri sendiri, namun tetap berusaha dan mencoba lagi (Ziada,2018).
Comments
Post a Comment